lillah berhaji
Niatkah
lillah
Berhaji ?
Hanya pada ayat-ayat perintah haji ungkapan lillah disertakan :
“Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalan ke sana.” (QS Ali Imran: 97) atau firmanNya pada surah Al Baqarah ayat 196 “Sempurnakan haji dan umrah karena Allah.”
Apalagi mengingat bahwa haji itu bisa diistilahkan sebagai “ibadah harta” dan “ibadah fisik” yang sangat dibutuhkan bagi keberlangsungan dalam waktu yang berhari–hari. Bahkan musim haji tersebut telah disediakan waktu beberapa bulan. Sebagaimana hal itu diuraikannNya pada surah Al Baqarah ayat 197 “(Musim) haji itu bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji, maka janganlah ia berkata cabul, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang mempunyai akal sehat.”
Peringatan Allah itu menunjukkan bahwa berkata cabul, kefasikan dan bertengkar ataupun perbuatan buruk lainnya, amat sangat dimungkinkan bisa terjadi sewaktu–waktu. Sebab dalam waktu yang tak singkat itu, tak mustahil bakal datang sebagai cobaan dan godaan yg akan muncul secara silih berganti dan bahkan sangat bervariasi situasi dan kondisi, semacam ini tentu akan membuat ruang psikologis jama’ah menjadi tak stabil bahkan labil.
Tanpa itu semua, maka sirnalah niatan lillah Dari dalam jiwa. Dan itu berarti, akan melayang–layang pula tujuan dari ibadah haji yang sebenarnya. Sebagaimana hal itu pernah disinyalir oleh rasullah dalam sebuah sabdanya :
“Akan tiba suatu masa, orang–orang kaya dari umatku berhaji hanyalah untuik keperluan bertamasya. Sedangkan orang–orang kelas menengahnya, mereka berhaji demi meraup keuntungan dunia (berdagang). para pejabat dan kaum cerdik-cerdiknyapun berhaji sekedar untuk popularitas dan pamer belaka. Sedangkan orang – orang fakirnya, malah berhaji untuk keperluan meminta–minta “
Agar sinyalmen tersebut tak menimpa diri kita, maka ikatlah erat–erat dengan simpul-simpul niat. Jikapun bisa, kita memulainya sejak terlintas keinginan menunaikan ibadah haji. Apabila tak memungkinkan, maka mulailah pada ketika berangkat berhaji.
Kalaupun masih alpa, maka niatan lillah itu harus bisa kita dekap secara erat bersamaan kala menyandang pakaian ihram sambil mengucapkan labbaik allahumma labbaik. Jikapun niat lillah terlewatkan, sehingga di tengah perjalan menunaikan ibadah haji datang hambatan – hambatan yang berserakan, maka sungguh menyesal dikemudian tiada guna.
Selamat bersua para tamu Allah. Semoga mabrur !
duh blogbnya yg ini teh keren punya euy...mantap!!!
salam bloglang ganteng kalem tea \m/
insyaallah
Semua amal ibadah tergantung niatnya. Niat yang baik akan mendapat balasan yang baik dan besar dari 4JJI SWT.
Mantap templatenya.kapan2 di"share" donk cara bikinya ^_^...lagi belajar blogspot nich.
Saya Takut Untuk Berkomentar LEBIH takut salah HeHEhhehHEE...
:D insyallh kalau sudah siap lahir batin :D
No Comment Dech Klo yang Ginian Takut salah Jawab he..he..he...
salam knl ya mas..nice template..:)
kunjugan malam sobat...:D
amiin... semoga dipermudah untuk segera melaksanakannya...
Navbarnya manteb, kalah telak dah navbarnya blogspot :D
waduh, komen saya ilang :(